Abstract
The purpose of this study is to describe the effectiveness of discovery learning assisted by molecular simulation to improve higher order thinking skills in chemical equilibrium materials. The method used in this study was a quasi-experimental with the matching only pretest-postest control group design. The population were all students of XI MIA MAN 1 Bandar Lampung in the academic year 2019/2020. The sample was XI MIPA 5 as an experimental class and XI MIPA 6 as a control class obtained by purposive sampling technique. The data analysis technique used was the t test. The results showed the n-gain average of students' high-level thinking skills in the molecular simulation assisted learning class were 0.78 with high criteria, whereas in the control class was 0.58 with medium criteria. The t-test results showed students n-gain in the experiment class was significantly higher than control class. It can be concluded that the discovery learning model assisted by molecular simulations was effective in improving students' higher order thinking skills. Keywords: chemical equilibrium, discovery learning models, higher order thinking skills, molecular simulation Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas model pembelajaran discovery berbantuan simulasi molekul dalam meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada materi kesetimbangan kimia. P enelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain penelitian the matching-only pretest-postest control group design Populasi dalam penelitian ini yaitu, seluruh siswa kelas XI MIA MAN 1 Bandar Lampung tahun ajaran 2019/2020. Sampel dalam penelitian yaitu kelas XI MIA 5 sebagai kelas eksperimen dan XI MIA 6 sebagai kelas kontrol yang dihasilkan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji perbedaan dua rata-rata dengan uji t. Hasil penelitian menunjukan rata-rata nilai n-gain k eterampilan berpikir tingkat tinggi siswa pada kelas pembelajaran discovery berbantuan simulasi molekul sebesar 0,78 berkriteria tinggi, sedangkan pada kelas pembelajaran menggunakan metode ceramah sebesar 0,58 berkriteria sedang. Hasil uji t menunjukkan n-gain pada eksperimen lebih tinggi secara signifikan daripada kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran discovery berbantuan simulasi molekul efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa. Kata kunci: model pembelajaran discovery, kesetimbangan kimia, keterampilan berpikir tingkat tinggi, simulasi molekul. DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpmipa/v22i2.pp315-323
Open public full textRights: ALLOWED · cc-by-sa · Source: journal-auto-sync:external:CROSSREF_ISSN