Abstract
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, namun terus menghadapi kesenjangan pendanaan akibat kendala agunan pada institusi perbankan konvensional. Bersamaan dengan itu, kebangkitan bank digital syariah menawarkan peluang inklusi keuangan yang masif. Akan tetapi, platform yang ada saat ini mengalami masalah "app-switching", di mana bank sangat bergantung pada integrasi pihak ketiga untuk instrumen investasi daripada menyediakan solusi pendanaan sektor riil secara internal. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan tersebut dengan merancang "Jago Modal", sebuah sistem Securities Crowdfunding (SCF) berbasis mobile yang diusulkan sebagai usulan platform terintegrasi pada Bank Jago Syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan Rapid Application Development (RAD), dengan menerjemahkan aturan keuangan Islam dan regulasi nasional ke dalam aturan bisnis komputasi yang ketat. Arsitektur sistem memodelkan integrasi akad syariah khususnya Mudharabah (bagi hasil), Musyarakah (kemitraan), dan Wadiah Yad Dhamanah (titipan) sebagai fondasi kebutuhan fungsional yang mendasari perancangan Unified Modeling Language (UML) dan Business Process Model and Notation (BPMN). Hasil dari penelitian ini adalah sebuah prototype aplikasi yang mampu memitigasi risiko hukum dan operasional dari platform SCF yang standalone, serta memberikan solusi permodalan UMKM yang mematuhi prinsip syariah, sekaligus memberdayakan nasabah bank digital dengan peluang investasi langsung tanpa hambatan.