Abstract
Pemanfaatan fotogrametri berbasis UAV semakin umum digunakan untuk pemantauan kemajuan tambang karena mampu menyediakan data permukaan dengan cakupan luas dan waktu akuisisi yang singkat. Penelitian ini menilai akurasi perhitungan volume pada area penambangan nikel PT Mineral Trobos dengan membandingkan dua pendekatan pemodelan, yaitu penggunaan Ground Control Point (GCP) dan direct georeferencing (Non-GCP). Hasil perhitungan dari UAV kemudian diverifikasi menggunakan data terestris hasil pengukuran Total Station. Pengujian dilakukan pada tiga blok penambangan untuk dua periode, Januari dan Mei 2025. Pada Januari, metode Non-GCP menunjukkan deviasi 2.59%–7.66% dibandingkan terestris. Sementara pada Mei, penggunaan GCP menghasilkan ketelitian lebih stabil dengan galat 2.97%–4.71%, sedangkan Non-GCP memperlihatkan variasi 0.74%–8.12%. Temuan ini menunjukkan bahwa GCP masih menjadi teknik yang paling konsisten dalam pemodelan permukaan, tetapi Non-GCP tetap layak digunakan untuk monitoring cepat selama toleransi galat operasional terpenuhi. Nilai galat yang lebih kecil pada Non-GCP bersifat relatif terhadap pembanding dan tidak merepresentasikan akurasi absolut.