Abstract
Air asam tambang (AAT) merupakan permasalahan lingkungan utama pada tambang batubara terbuka yang menopang ketahanan energi nasional. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi pembentukan AAT melalui karakterisasi geokimia terpadu terhadap delapan sampel batuan penutup mudstone dari dinding pit A tambang batubara PT. X, Kalimantan Timur. Karakterisasi dilakukan melalui uji statik (pH pasta, Total Sulfur, Acid Base Accounting yang mencakup MPA, ANC, NAPP, dan NPR, serta Net Acid Generation), uji kinetik Free Draining Column Leach Test (FDCLT) selama 25 siklus mengacu pada SNI 6597:2021 dan AMIRA P387A, serta analisis mineralogi (XRD dan XRF). Hasil uji statik mengklasifikasikan Sampel A (12,5%) sebagai Uncertain cenderung PAF (UC(PAF)) karena nilai NAPP (-0,02 kg H₂SO₄/ton) mengarah ke NAF sedangkan NAG pH (3,80) mengarah ke PAF. Uji kinetik dan analisis mineralogi mempertegas Sampel A sebagai Potentially Acid Forming berkapasitas rendah, ditandai pH lindi yang berulang kali turun di bawah 6, ORP rata-rata harian tertinggi (375,9 mV), ANC sangat rendah (0,63 kg H₂SO₄/ton), tidak terdeteksinya mineral karbonat pada XRD, dan kadar CaO terendah (0,168% massa) pada XRF. Tujuh sampel lainnya (87,5%) tergolong Non-Acid Forming, tetapi Sampel G dan D menunjukkan risiko saline drainage dengan nilai EC dan TDS tinggi pada pH netral. Integrasi ketiga metode terbukti mampu menuntaskan status Uncertain yang tidak terjawab oleh uji statik tunggal, sehingga menjadi dasar penanganan selektif material PAF dan pemantauan saline drainage sejak tahap perencanaan demi keberlanjutan operasi tambang penopang energi nasional.