Abstract
Literasi adalah kemampuan dasar yang sangat penting di era masa kini, menjadi landasan untuk membaca, menulis, berpikir secara kritis, mengakses dan memilah informasi, serta mendukung perkembangan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Literasi menjadi penggerak untuk masyarakat menjadi pembelajar seumur hidup yang aktif berpartisipasi dalam perkembangan informasi. Peran yang dimiliki oleh perpustakaan hingga saat ini sangatlah berpengaruh sebagai pusat pembelajaran, memberikan sumber daya dengan kualitas tinggi, dan memberikan bimbingan dalam literasi informasi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi kondisi dinding pada aula Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung saat ini, dan memberikan usulan desain artwork yang lebih ideal sebagai representasi nilai literasi. Data yang dikumpulkan melalui survei lapangan, pengukuran ruang, dokumentasi, dan wawancara karyawan, dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan kesimpulan. Kondisi aula memiliki artwork miniatur Gedung Merdeka dan foto arsip sejarah Bandung sebagai nilai representatif literasi, namun beberapa area dinding kosong belum termanfaatkan secara optimal. Usulan desain "Jejak Literasi dan Sejarah Bandung Tempo Dulu" menerapkan vinyl printing efek sepia yang diletakkan pada area kosong untuk pemicu visual historis secara menyeluruh. Penerapan artwork yang optimal dapat memperkuat representasi literasi, mengubah aula menjadi ruang inspiratif dengan menghubungkan warna historis dengan budaya belajar modern, menambah dimensi visual pada kajian perpustakaan.