Abstract
ABSTRAKStroke merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat menyebabkan kematian dan kecacatan serta tidak hanya terjadi pada kelompok usia lanjut, tetapi juga mulai ditemukan pada usia produktif. Rendahnya pengetahuan mengenai faktor risiko, tanda dan gejala, serta deteksi dini stroke dapat menyebabkan keterlambatan penanganan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMA Cipta Mandiri Cisarua mengenai deteksi dini stroke melalui edukasi kesehatan yang terstruktur dan interaktif. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Juli 2026 di SMA Cipta Mandiri Cisarua dengan melibatkan 60 siswa kelas XI menggunakan teknik total sampling. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan melalui ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, serta media audiovisual berupa slide presentasi dan video animasi. Evaluasi dilakukan menggunakan desain one-group pretest-posttest dengan membandingkan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata nilai pengetahuan siswa meningkat dari 62,17 pada pretest menjadi 82,50 pada posttest, dengan selisih rata-rata sebesar 20,33 poin. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai t hitung sebesar 18,743, df = 59, dan p-value < 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan siswa sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan. Peningkatan pengetahuan terutama mencakup kemampuan mengenali tanda dan gejala stroke melalui metode FAST (Face, Arm, Speech, Time), memahami faktor risiko, pentingnya deteksi dini, serta tindakan awal yang perlu dilakukan ketika menemukan tanda-tanda stroke. Dengan demikian, edukasi kesehatan melalui pendekatan interaktif dan audiovisual efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang deteksi dini stroke dan dapat menjadi salah satu upaya promotif dan preventif berbasis sekolah.Kata kunci: edukasi kesehatan; deteksi dini; stroke; pengetahuan; siswa SMA; FAST.ABSTRACTStroke is a health issue that can lead to death and disability; it affects not only the elderly but is increasingly found among the working-age population. Limited knowledge regarding risk factors, signs and symptoms, and early detection can result in delayed treatment. This community service activity aimed to enhance the knowledge of students at SMA Cipta Mandiri Cisarua regarding early stroke detection through structured, interactive health education. The activity took place on July 20, 2026, at SMA Cipta Mandiri Cisarua, involving 60 Grade XI students selected via total sampling. The methods employed included health education sessions featuring interactive lectures, discussions, and Q&A, supported by audiovisual media such as presentation slides and animated videos. Evaluation was conducted using a one-group pretest-posttest design, comparing participants' knowledge levels before and after the education session. Results showed that the students' average knowledge score rose from 62.17 in the pretest to 82.50 in the posttest, representing a mean increase of 20.33 points. A paired-sample t-test yielded a t-statistic of 18.743 (df = 59, p < 0.05), indicating a significant difference in student knowledge before and after the health education. The improvement in knowledge specifically covered the ability to recognize stroke signs and symptoms using the FAST method (Face, Arm, Speech, Time), as well as an understanding of risk factors, the importance of early detection, and appropriate initial actions to take when encountering signs of a stroke. Thus, health education utilizing interactive and audiovisual approaches is effective in increasing students' knowledge of early stroke detection and serves as a viable school-based health promotion and prevention strategy.Keywords: health education; early detection; stroke; knowledge; high school students; FAST.