Abstract
Kesenjangan digital di SD Raden Fatah Cimanggu menyebabkan 25% guru yang secara aktif menggunakan media digital interaktif, dan 70% masih bergantung pada metode tradisional. Kondisi ini menciptakan ketidaksesuaian dengan gaya belajar siswa yang merupakan "digital native," yang mengakibatkan rendahnya tingkat motivasi dan keterlibatan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik digital guru melalui pelatihan dan pendampingan penggunaan Nearpod, serta sekaligus mendorong praktik pembelajaran interaktif dan berkelanjutan. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan: rata-rata skor kompetensi guru meningkat dari 47,2 (pre-test) menjadi 84,2 (post-test) peningkatan sebesar 78,4% dan 100% peserta mencapai tingkat kompetensi. Di antara hasil nyata yang dicapai adalah lima lembar kerja digital interaktif untuk siswa (E-LKPD) yang mencakup Matematika, Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Pendidikan Pancasila; modul panduan Nearpod; templat E-LKPD; dan bank soal interaktif. Program ini berfungsi sebagai model yang dapat direplikasi untuk sekolah-sekolah lain di wilayah Cimanggu dan sekitarnya.