Abstract
Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi anggota PKBM Metamorfosa di Kabupaten Kepahiang dalam menggali flora lokal, mengembangkan motif Batik Diwo, menyusun narasi filosofis, dan mendokumentasikannya melalui media digital. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis co-creation yang meliputi identifikasi kondisi awal, penggalian sumber inspirasi, perancangan dan validasi motif, praktik produksi, serta digitalisasi narasi. Sebanyak 20 peserta aktif terlibat dalam kegiatan. Hasil kuesioner awal menunjukkan rata-rata pengenalan terhadap Batik Diwo sebesar 4,40 pada skala 1-5. Kegiatan menghasilkan enam motif, yaitu Sangsea, Buah Kundur, Pajero, Cughup Embun, Dudai Enau, dan Buah Pinang (Bakea). Evaluasi pascakegiatan menunjukkan rata-rata pemahaman peserta terhadap Batik Diwo sebagai identitas budaya Kepahiang sebesar 4,90 pada skala 1–5. Peningkatan pengetahuan peserta terutama terlihat pada pengenalan terhadap motif hasil pengembangan. Pada evaluasi awal, enam motif yang dikembangkan dalam kegiatan belum muncul dalam jawaban peserta, sedangkan setelah kegiatan seluruh 20 peserta mampu menyebutkan keenam motif tersebut. Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta terhadap ragam motif Batik Diwo yang dikembangkan selama kegiatan. Umpan balik peserta juga menunjukkan harapan agar kegiatan dilanjutkan dengan kesempatan belajar yang lebih luas dari tahap desain hingga produksi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dan digitalisasi narasi berpotensi meningkatkan pengetahuan peserta mengenai Batik Diwo sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal Kepahiang.