Abstract
Ketidakstabilan tebing sungai di Desa Sarirejo, Kabupaten Bojonegoro, menjadi ancaman serius bagi keamanan pemukiman warga di sekitarnya. Hasil verifikasi stabilitas lereng eksisting menggunakan metode Bishop menunjukkan bahwa tebing berada dalam kondisi tidak stabil dengan nilai faktor keamanan yang tidak memenuhi syarat (Factor of Safety < 1,50) pada tujuh titik penampang yang ditinjau. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain bangunan pengaman tebing sungai yang komprehensif guna memitigasi risiko kelongsoran. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan analisis numerik hibrida, di mana pemodelan statik struktur utama dilakukan dengan perangkat lunak StaadPro V8i, yang kemudian dikombinasikan dengan perangkat lunak GEO5 untuk verifikasi stabilitas lereng dan perhitungan kapasitas dukung sub struktur. Analisis dilakukan melalui tiga skenario pembebanan utama, yaitu kondisi normal (C1), kondisi banjir (C2) dan kondisi penurunan muka air cepat atau rapid drawdown (C3) dengan mengacu pada standar SNI 1727:2020 dan SNI 8460:2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lendutan maksimum terbesar terjadi pada kondisi rapid drawdown sebesar 10,89 mm. Namun, melalui penerapan desain struktur hibrida yang terdiri dari dinding penahan tanah tipe counterfort, pondasi pancang mini pile 25x25 cm, dan perkuatan Flat Concrete Sheet Piles (FCSP), seluruh komponen struktur dinyatakan aman karena memiliki kapasitas dukung yang melebihi beban kerja yang terjadi. Secara keseluruhan, desain pengaman tebing ini dinyatakan efektif dan memenuhi kriteria keamanan teknis untuk melindungi kawasan bantaran sungai di Desa Sarirejo