Abstract
Beton adalah material konstruksi yang paling banyak digunakan karena memiliki kuat tekan tinggi, tetapi relatif lemah terhadap gaya tarik dan lentur. Penambahan serat ke dalam matriks beton telah terbukti efektif mengontrol retak melalui mekanisme crack bridging, namun pengaruh aspect ratio terhadap kuat lentur dan perilaku geser balok beton normal masih terbatas dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi aspect ratio serat roving terhadap kuat lentur, perilaku geser, dan efisiensi biaya balok beton normal. Metode eksperimental dilakukan dengan variasi serat roving 0%, 1%, 3%, dan 5% terhadap berat semen, dengan panjang serat 3 cm (AR 1:158) dan 5 cm (AR 1:263). Benda uji berupa balok beton berukuran 15×15×60 cm sebanyak 21 buah untuk pengujian kuat lentur dan pengamatan pola retak, serta silinder berukuran 15×30 cm sebanyak 28 buah untuk pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah. Hasil menunjukkan kuat lentur tertinggi pada beton berserat diperoleh pada variasi 5%-3 cm sebesar 3,911 MPa, sedangkan kuat tarik belah optimum sebesar 2,62 MPa yang meningkat 13,4% dari beton normal (2,31 MPa). Pengamatan pola retak mengindikasikan serat roving efektif mengubah mode keruntuhan dari getas menjadi lebih daktail melalui mekanisme penjembatanan retak. Biaya produksi 1 m³ beton meningkat seiring kadar serat, dari Rp1.707.958,39 (0%) menjadi Rp2.139.628,39 (5%). Variasi 5% dengan panjang serat 3 cm memberikan keseimbangan optimal antara peningkatan kuat tarik belah, kontrol retak, dan efisiensi biaya.