Abstract
Pembangunan Gedung Rawat Inap RSUD Ngudi Waluyo merupakan proyek strategis pemerintah daerah dengan kompleksitas tinggi pada disiplin struktur, arsitektur, dan MEP. Pada fase rencana pelaksanaan, penjadwalan masih disusun menggunakan bar chart dan kurva S konvensional tanpa integrasi terhadap model 3D, sehingga informasi durasi dan progres pekerjaan disajikan secara linier tanpa menggambarkan keterkaitan urutan pekerjaan terhadap posisi elemen bangunan secara spasial, sehingga potensi konflik urutan pekerjaan (sequencing) antar elemen maupun antar disiplin belum dapat diidentifikasi secara visual sejak tahap perencanaan. Penelitian ini menerapkan BIM 4D melalui integrasi jadwal Microsoft Project dengan model 3D pada Autodesk Navisworks Manage untuk menghasilkan simulasi visual urutan pelaksanaan konstruksi. Simulasi tersebut ditinjau secara berkala guna mengidentifikasi konflik urutan pekerjaan yang tidak terdeteksi pada metode penjadwalan konvensional. Hasil simulasi menunjukkan durasi pelaksanaan 239 hari kalender untuk lingkup pekerjaan yang termodelkan, serta berhasil mengidentifikasi dua konflik urutan pekerjaan, yaitu pekerjaan tangga struktur yang mendahului penyelesaian lantai di bawahnya, dan pekerjaan instalasi pipa MEP yang mendahului penyelesaian struktur terkait pada zona yang sama. Temuan ini menunjukkan bahwa BIM 4D dapat berperan sebagai alat deteksi dini kesalahan logika penjadwalan pada tahap perencanaan, sehingga berpotensi mengurangi risiko pekerjaan ulang di lapangan.