Abstract
Pembangunan gedung bertingkat dengan bentuk bangunan spiral dan geometri yang berbeda pada setiap lantai meningkatkan kompleksitas pemodelan, koordinasi antar disiplin, serta potensi clash antara sistem MEP dan struktur, sehingga diperlukan penerapan Building Information Modeling (BIM) menggunakan software Cubicost untuk menghasilkan perhitungan kuantitas dan estimasi biaya yang lebih akurat. Analisis ini bertujuan menghasilkan pemodelan tiga dimensi, kuantitas pekerjaan, analisis clash detection, serta membandingkan RAB sebelum dan sesudah clash detection pada Proyek Pembangunan Tower A Gedung Perkantoran di Kabupaten Tangerang. Metode analisis meliputi penyusunan Work Breakdown Structure (WBS), pemodelan menggunakan Cubicost TAS C-VII, TRB C-VI, dan TME, analisis clash detection antara sistem MEP dan struktur, serta integrasi data kuantitas ke dalam Cubicost TBQ untuk penyusunan Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) dan RAB. Hasil menunjukkan pemodelan dengan software Cubicost menghasilkan kuantitas pekerjaan secara terintegrasi dan mengidentifikasi 385 hard clash. Penyesuaian jalur instalasi meningkatkan panjang jaringan perpipaan sebesar 143,43 m (1,74%) dan pipa sistem pemadam kebakaran sebesar 73,11 m (0,84%). Perubahan tersebut meningkatkan biaya pekerjaan MEP sebesar Rp35.420.708,26 (1,25%), sedangkan total RAB proyek meningkat dari Rp350.469.159.580,51 menjadi Rp350.508.476.566,68 (termasuk PPN) sebesar 0,01%. Penerapan software Cubicost menghasilkan perhitungan kuantitas dan estimasi biaya yang akurat, terintegrasi, serta meningkatkan koordinasi disiplin melalui clash detection.