Abstract
Perumahan Tirtasani Royal Resort masih menggunakan saluran tercampur untuk mengalirkan limpasan hujan dan air limbah domestik. Kondisi tersebut mengurangi fungsi drainase, menimbulkan bau dan endapan pada periode kering, serta menyebabkan air limbah berpotensi dibuang tanpa pengolahan. Penelitian ini bertujuan merencanakan jaringan perpipaan air limbah, sembilan unit IPAL fabrikasi, dan jaringan drainase terpisah berikut bangunan pelengkap serta biaya pelaksanaannya. Analisis dilakukan secara kuantitatif menggunakan data 528 rumah, proyeksi penduduk, kebutuhan air bersih, data hujan maksimum 2015-2024 dari Stasiun Singosari, Ciliwung, dan Karangploso, serta hasil survei dimensi dan elevasi. Jaringan pipa gravitasi dan kapasitas drainase dianalisis dengan persamaan Manning. Analisis hidrologi mencakup kurva massa ganda, hujan wilayah, distribusi Gumbel Tipe I, uji Smirnov-Kolmogorov dan Chi-Square, rumus Mononobe, serta Metode Rasional. Penduduk rencana tahun 2034 adalah 2.138 jiwa dengan debit air limbah 171,04 m³/hari. Jaringan menggunakan pipa PVC diameter 4 inci sepanjang 8.819,22 m dan diarahkan menuju sembilan IPAL berkapasitas 3-14 m³. Hujan rancangan kala ulang 10 tahun sebesar 106,713 mm/hari menghasilkan debit banjir maksimum 0,37236 m³/detik. Saluran yang tidak memenuhi direncanakan ulang memakai U-Ditch 60 × 80 cm, Box Culvert 50 × 50 cm hingga 80 × 80 cm, saluran cor di tempat, dan bangunan terjun. Total RAB termasuk PPN 12% sebesar Rp4.902.558.184,10. Sistem terpisah memberikan pembagian fungsi yang lebih jelas antara sanitasi dan pengaliran air hujan.