Abstract
Sektor konstruksi di Indonesia masih dihadapkan pada permasalahan mendasar terkait ketidakakuratan dalam kuantifikasi volume pekerjaan, penyusunan estimasi biaya, serta sinkronisasi antar disiplin ilmu konstruksi. Proyek Pembangunan Rumah Sakit Muhammadiyah Babat Lamongan, dengan tingkat kerumitan pekerjaan yang relatif tinggi, membutuhkan pendekatan perencanaan yang dapat mendongkrak presisi dan efektivitas manajemen proyek secara menyeluruh. Tujuan utama penelitian ini adalah mengkaji implementasi Building Information Modeling (BIM) sebagai instrumen optimasi dalam proses perhitungan volume dan penyusunan anggaran pekerjaan konstruksi. Penelitian dirancang sebagai studi kasus berbasis kuantitatif melalui pengembangan model BIM untuk lingkup pekerjaan struktur, arsitektur, dan mekanikal plumbing. Proses pemodelan menggunakan perangkat Autodesk Revit 2026, sementara kalkulasi biaya dilakukan dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah penerapan BIM. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa adopsi BIM menghasilkan selisih volume pada pekerjaan struktural, di mana beton mencatat deviasi -6,72%, pembesian -5,98%, dan bekisting -8,87%. Pada lingkup arsitektural, selisih volume mencakup pekerjaan dinding -4,94%, plafon -4,84%, lantai -4,85%, sedangkan pintu dan jendela tidak menunjukkan deviasi (0%). Adapun pada pekerjaan plumbing, deviasi volume tercatat pada pipa air bersih -2,84%, pipa air limbah -7,27%, pipa air hujan -6,99%, dan pipa hydrant -4,97%. Dari perspektif anggaran, penggunaan BIM berkontribusi pada efisiensi biaya sebesar Rp339.759.038,31 (sekitar 2,26%) untuk pekerjaan struktural dan Rp8.106.252,26 (sekitar 1,15%) untuk pekerjaan arsitektural. Total efisiensi biaya yang berhasil dicapai adalah Rp347.865.290,57 atau setara 2,21% dari anggaran keseluruhan. Hasil ini mengkonfirmasi bahwa BIM mampu meningkatkan sistematisasi dan presisi kalkulasi volume sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap optimasi anggaran proyek.