Abstract
Infrastruktur dermaga yang terpapar lingkungan laut rentan mengalami kerusakan akibat penetrasi ion klorida yang memicu korosi tulangan dan spalling beton. Kondisi ini menuntut material perbaikan cepat dengan kekuatan awal tinggi yang mampu mengembalikan fungsi operasional struktur dalam waktu singkat. Mortar polimer berbasis resin vinyl ester menjadi kandidat unggul karena karakteristik pengerasan cepatnya tanpa proses curing termal tambahan. Penelitian ini mengkaji pengaruh dosis Metil Etil Keton Peroksida (MEKP) sebesar 3,5% dan variasi dosis Cobalt Napthenate (0,6%; 0,8%; 1,0%) terhadap berat resin vinyl ester Ripoxy R-804J-500 terhadap karakteristik pengerasan dan kuat tekan. Pengujian pot life mengacu pada ASTM D2471-99 menggunakan alat stirrer 200 rpm, sementara pengujian kuat tekan dilakukan pada benda uji kubus 5×5×5 cm pada umur 3 jam, 24 jam, dan 28 hari mengacu pada SNI 03-6825-2002. Hasil menunjukkan bahwa pada dosis MEKP 3,5%, peningkatan dosis Cobalt tidak memengaruhi pot life yang tetap stabil pada 8 menit, namun menurunkan suhu eksoterm dari 174,6°C menjadi 167,1°C. Kuat tekan pada umur 3 jam berkisar 754,06–769,02 kg/cm², umur 24 jam mengalami penurunan menjadi 695,65–766,29 kg/cm², dan umur 28 hari mengalami pemulihan menjadi 791,48–838,31 kg/cm². Fenomena penurunan kuat tekan pada umur 24 jam mengindikasikan adanya suhu lingkungan yang menyebabkan pembentukan rantai polimer pendek dan retak termal akibat suhu eksoterm tinggi.