Abstract
Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi faktor air-semen (W/C 0,10–0,30) dan dosis superplasticizer PCE (0,6%–141%) terhadap kuat tekan pasta semen mutu tinggi, serta menentukan komposisi optimal dan efisiensi biayanya. Metode eksperimental laboratorium menggunakan 18 variasi campuran dengan benda uji kubus 5x5x5 cm, diuji pada umur 7, 14, dan 28 hari. Hasil menunjukkan hubungan tidak linier. Pada W/C 0,30, kebutuhan SP hanya 0,6–2%, sedangkan pada W/C 0,10, dosis SP melonjak drastis hingga 141% untuk mempertahankan workability. Komposisi optimal ditemukan pada W/C 0,22 dengan SP 5% (RUN 14), menghasilkan kuat tekan maksimum 42 MPa (28 hari) dan 43 MPa (7 hari), di mana kekuatan 7 hari lebih tinggi karena percepatan hidrasi awal. Overdosis SP (≥35%) justru menurunkan kuat tekan secara signifikan menjadi 15 MPa dan 8 MPa akibat segregasi, bleeding, dan hambatan hidrasi berlebih. Analisis kurva tegangan-regangan menunjukkan transisi perilaku dari daktil menjadi getas. Korelasi positif antara densitas dan kuat tekan terbukti pada rentang optimal (1900–2000 kg/m³). Analisis RAB menunjukkan total biaya Rp2.390.000 dengan efisiensi terbaik pada komposisi optimal (Rp56.904/MPa), jauh lebih hemat dibanding overdosis (>Rp150.000/MPa). Kesimpulannya, W/C 0,22 dan SP 5% direkomendasikan sebagai komposisi paling ekonomis dan berkinerja tinggi untuk infrastruktur berkelanjutan.