Abstract
Ketersediaan air bersih yang memadai merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang aktivitas operasional kawasan hunian karyawan pertambangan. Penelitian ini bertujuan mengoptimasi jaringan distribusi air bersih pada hunian karyawan Tambang Emas Tujuh Bukit, PT Bumi Suksesindo, Kabupaten Banyuwangi, dengan mempertimbangkan proyeksi kebutuhan air hingga tahun 2035. Metode yang digunakan meliputi proyeksi jumlah karyawan menggunakan Double Moving Average (DMA) dan Double Exponential Smoothing (DES), perhitungan kebutuhan air bersih berdasarkan standar domestik dan non-domestik, perencanaan dimensi pipa, serta simulasi hidrolis menggunakan WaterCAD V8i. Hasil analisis menunjukkan metode DES memiliki akurasi lebih baik dengan MAPE sebesar 0,783% dibandingkan metode DMA sebesar 1,319%. Proyeksi jumlah karyawan pada tahun 2035 mencapai 18.188 jiwa dengan kebutuhan air rata-rata sebesar 19,167 L/dt (0,019167 m³/dt), sedangkan debit andalan sumber air sebesar 58,98 L/dt sehingga masih mencukupi. Jaringan yang direncanakan terdiri atas pipa transmisi berdiameter 500 mm sepanjang 1.656,99 m dan pipa distribusi berdiameter 400 mm sepanjang 3.580,78 m, dengan total panjang jaringan 5.237,77 m. Hasil simulasi WaterCAD V8i menunjukkan bahwa jaringan yang direncanakan mampu memenuhi kriteria tekanan dan kecepatan aliran sesuai standar perencanaan. Total biaya pembangunan sistem distribusi air bersih berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) adalah sebesar Rp5.051.424.808.