Abstract
Meningkatnya tantangan hidrologi perkotaan seperti limpasan permukaan, banjir, dan pencemaran air, telah menekankan urgensi untuk bertransformasi dari sistem drainase perkotaan konvensional, yang berfokus pada aspek teknis-hidraulik, menuju Sistem Drainase Perkotaan Berkelanjutan (SuDS). Dalam penelitian ini, skema integrasi dan retrofitting kolam menggunakan pemodelan hidraulik 2D-PCSWMM akan dilakukan untuk menganalisis signifikansi skenario retrofitting SuDS terhadap sistem drainase eksisting pada area studi. Permodelan PCSWMM digunakan untuk mengevaluasi kinerja drainase yang ada, serta menilai signifikansi sistem berkelanjutan yang direncanakan dalam mereduksi nilai debit puncak sistem, volume outflow sistem, dan luas area yang terdampak genangan hingga banjir. Analisis biaya berupa rencana anggaran dan biaya operasional serta pemeliharaan selama umur rencana juga dilakukan untuk masing-masing skenario. Dalam studi ini, dipilih area perkotaan padat di Kota Malang sebagai objek penelitian. Hasil studi menunjukkan bahwa skenario kolam retrofitting dapat debit puncak sistem sekitar 0,08 m3/detik (32,71%) di salah satu dari dua Daerah Aliran Drainase (DAD) pada area studi, dengan volume maksimum sistem turut terreduksi senilai 315 m3 dari skenario drainase konvensional. Hasil dari studi ini diharapkan dapat menjadi rujukan dan referensi awal bagi pemangku kepentingan lokal dalam mempertimbangkan kolam yang secara spasial tersedia untuk dapat difungsikan kembali dengan skema integrasi sistem drainase.