Abstract
Pemanfaatan limbah High Density PolyEthylene atau HDPE sebagai bahan tambah pada aspal modifikasi memiliki potensi untuk meningkatkan keberlanjutan dan daya tahan perkerasan aspal. Hal ini bertujuan untuk mengurangi jumlah limbah plastik yang ada di sekitar kita. Laston AC – BC merupakan campuran perkerasan jalan yang berada di bawah lapis aus dan di atas lapis pondasi. Salah satu komponen beton aspal yang akan disubstitusi yaitu agregat halus. Agregat merupakan material penyusun utama dalam campuran beraspal yang berfungsi sebagai struktur atau rangka campuran perkerasan jalan. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Uji Bahan Jalan Gedung Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang. Metode yang digunakan melibatkan 27 total benda uji yang dimana 15 untuk KAO dan 12 untuk HDPE. Dengan kadar variasi 0%, 2,5%, 4,5%, 6,5%. Teknik pencampuran aspal modifikasi menggunakan metode kering (dry procces). Hasil pengujian campuran laston AC-BC dengan metode marshall non substitusi mendapatkan KAO 5,15%. Hasil dari benda uji variasi HDPE secara keseluruhan menunjukan bahwa penggunaan HDPE meningkatkan nilai VIM. Variasi HDPE 4,5% yang memenuhi spesifikasi dengan nilai stabilitas 2942.07 Kg, Flow 2,03 mm, MQ 1930,41 kg/mm, VMA 14,79 %, VIM 4,61 %, dan VFA 69,92 %. Estimasi biaya yang dimiliki oleh Laston AC-BC dengan substitusi HDPE pada penelitian ini sebesar Rp. 139,592.51,-.