Open the manuscript using the link above. DOC files open in Word or a compatible document reader.
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran komunikasi keluarga dalam membentuk identitas remaja di era digital, dengan fokus khusus pada remaja di Kota Yogyakarta yang dikenal sebagai pusat pendidikan dan budaya. Di tengah derasnya arus informasi digital, tekanan media sosial, pengaruh teman sebaya, serta ekspektasi keluarga, remaja membutuhkan landasan komunikasi yang kuat dan sehat dari lingkungan keluarga mereka. Komunikasi yang efektif dalam keluarga berperan penting dalam membentuk nilai, sikap, dan cara pandang remaja terhadap dirinya dan lingkungannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam kepada remaja berusia 15–18 tahun serta orang tua mereka sebagai informan utama. Data dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang mendalam mengenai pola komunikasi keluarga yang paling berpengaruh dalam proses pembentukan identitas remaja di era digital. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi orang tua, pendidik, dan praktisi dalam membangun komunikasi keluarga yang adaptif dan mendukung perkembangan remaja. Selain itu, penelitian ini juga memberikan kontribusi akademik pada kajian komunikasi dan perkembangan remaja di era modern.
This study aims to explore the role of family communication in shaping adolescent identity in the digital era, with a particular focus on adolescents in Yogyakarta, a city renowned for its educational and cultural environment. Amid the constant flow of digital information, pressures from social media, peer influence, and family expectations, adolescents require strong and healthy communication foundations within their families. Effective family communication plays a vital role in shaping adolescents' values, attitudes, and perceptions of themselves and their surroundings. This research employs a qualitative approach using in-depth interviews with adolescents aged 15–18 and their parents as the main informants. Data were analyzed using the interactive model developed by Miles and Huberman, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings of this study are expected to provide deep insights into the family communication patterns that most significantly influence identity formation among adolescents in the digital age. These findings may serve as valuable references for parents, educators, and practitioners in fostering adaptive and supportive family communication. In addition to its practical contributions, this research also enriches academic literature on the relationship between family communication and adolescent identity development in the modern era.