Abstract
Transurethral resection of the prostate (TURP) merupakan prosedur bedah yang menjadi tindakan gold standard dalam menangani kasus BPH derajat sedang hingga berat. Meskipun TURP dilaporkan menjadi tindakan operatif yang efektif, tetapi ada beberapa resiko medis yang dapat timbul akibat tindakan TURP. Penggunaan irigasi cairan yang menjadi karakteristik utama dalam prosedur TURP, dapat menyebabkan penurunan akut kadar serum natrium (Na). Kondisi hyponatremia dan rendahnya osmolaritas plasma secara langsung akan berkorelasi dengan resiko hemolysis intravaskuler akibat peningkatan serum potassium yang kemudian menyebabkan kondisi hyperkalemia dan asidosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar serum natrium pada pasien BPH yang menjalani prosedur TURP. Data penelitian ini merupakan data sekunder yang didapat dari rekam medik di RSI Jemursari pada tahun 2022 – 2023. Penelitian ini dianalisis menggunakan metode deskriptif analitik untuk mendapat gambaran kadar serum natrium pada pasien BPH yang menjalani prosedur TURP. Hasil dari sebanyak 20 sampel penelitian diketahui nilai rerata kadar Na sebelum TURP adalah 136.96 mmol/L dan kadar Natrium setelah TURP adalah 138.02 mmol/L. Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan / perbedaan pada kadar Natrium sebelum dan sesudah tindakan TURP (p=0.501; 95% CI -4.307 – 2.179).