Abstract
Tujuan penelitian untuk menganalisa gambaran histologi jumlah sel nekrosis di pulau Langerhans tikus putih jantan kondisi hiperglikemik yang diberi ekstrak kulit manggis. Kondisi hiperglikemik dapat membentuk spesies oksigen reaktif (ROS)/radikal bebas. Radikal bebas yang berlebihan akan menyebabkan stress oksidatif dan memperparah nekrosis sel di pulau Langerhans. Pada kulit manggis terdapat senyawa antioksidan Xanthone, berupa senyawa organik turunan dari difenil-γ-pyron yang dapat menetralkan radikal bebas dan mencegah nekrosis sel di pulau langerhans. Penelitian ini berupa eksperimental laboratorium dengan menggunakan the randomized post test-only control group design. Dua puluh delapan tikus putih jantan dikelompokkan secara acak menjadi 4 kelompok (K1, K2, P1, P2). K1 (kontrol-), diberi Na-CMC 0,5%, K2 (kontrol+) diberi Na-CMC 0,5% dan induksi aloksan pada hari ke 8, P1 dan P2 pada hari ke 8 diinduksi aloksan lalu diberi ekstrak kulit manggis (250, dan 500 mg/kgBB pada hari 9-21). Data diuji normalitas dan homogenitas, dianalisa dengan uji Anova one-way, LSD. Data yang tidak normal diuji Kruskall-Wallis dan uji Mann-Whitney. Hasil sample berdistribusi normal dengan Kontrol (-) p=0,0280,05, P1 (250mg) p= 0,200>0,05, P2 (500 mg) p= 0,195>0,05. Uji homogenitas Levene’s test p=0,047<0,05 didapatkan tidak homogen. Kruskall-Wallis test p=0,007<0,05 ada pengaruh pemberian ekstrak kulit manggis. Mann-Whitney test, ada perbedaan bermakna antara Kontrol (-) dan Kontrol (+), Kontrol (+) terhadap P1 dan P2. Tidak ada perbedaan yang bermakan antara Kontrol (-) terhadap P1 dan P2, P1 terhadap P2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian ekstrak kulit manggis terhadap gambaran histologi jumlah sel nekrosis pulau langerhans pada tikus putih jantan kondisi hiperglikemik. Hasil penelitian menunjukkan jumlah sel nekrosis menurun, ekstrak kulit manggis dosis 250 mg adalah 19,2, dosis 500 mg adalah 18,4