Abstract
Diabetes melitus tipe 2 salah satu penyakit kronis yang ditandai oleh hiperglikemia karena resistensi insulin dan kerusakan sel β pankreas. Komplikasi yang sering muncul yaitu ulkus diabetikum, yang disertai dengan kondisi melalui gangguan vaskular, infeksi, dan kestabilan glukosa yang rendah. Pencarian alternatif terapi terus berkembang, termasuk penggunaan daun Mitragyna speciosa (kratom) karena kandungan mitragynine dan flavonoid terbukti mampu menghambat α-glukosidase serta meningkatkan aktivitas antioksidan. Penelitian ini menilai efek sediaan hidrogel kratom terhadap kadar glukosa pada hewan coba dengan ulkus diabetikum. Menggunakan desain posttest-only control group, mencit (Mus musculus) diinduksi dengan streptozotocin untuk membentuk model DM tipe 2. Hewan dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan, yaitu kontrol positif, hidrogel kratom 5%, dan hidrogel kratom 15%. Pemeriksaan glukosa darah dilakukan setiap minggu selama dua minggu. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis dilanjutkan dengan uji Dunn’s. Hasil penelitian menunjukkan adanya kadar glukosa darah pada seluruh kelompok perlakuan. Kelompok hidrogel kratom 15% mengalami penurunan signifikan yang sudah mendekati angka normal dibandingkan dengan kontrol positif (p < 0,05). Efek ini menunjukkan adanya mekanisme sinergis antara penghambatan α-glukosidase dan peningkatan aktivitas antioksidan. Dengan demikian, hidrogel kratom berpotensi dijadikan terapi komplementer dalam pengendalian hiperglikemia pada pasien DM tipe 2 yang mengalami ulkus diabetikum.