Abstract
Latar Belakang: Preeklampsia (PE) merupakan komplikasi kehamilan serius yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada ibu serta janin di seluruh dunia, khususnya di negara berkembang. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa status asam folat yang adekuat dapat berperan dalam menjaga fungsi endotel, metabolisme homosistein, dan perkembangan plasenta yang sehat, sehingga diduga berhubungan dengan penurunan risiko preeklampsia. Tujuan: Menelaah hubungan antara asupan atau suplementasi asam folat dengan kejadian preeklampsia berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Metode: Artikel ini merupakan tinjauan pustaka dengan penelusuran terstruktur pada beberapa basis data, yaitu PubMed, Scopus, Cochrane Library, Garuda, dan Google Scholar. Pencarian dilakukan dengan kata kunci yang mencakup istilah asam folat, folat, vitamin B9, preeklampsia, kehamilan, dan hipertensi kehamilan pada rentang tahun 2015–2025. Artikel diseleksi berdasarkan relevansi topik, ketersediaan teks penuh, bahasa Indonesia atau Inggris, serta kesesuaian dengan tujuan tinjauan. Kualitas metodologis studi yang disertakan dinilai secara kritis, dan alur seleksi artikel yang disarankan ditampilkan menggunakan diagram PRISMA. Hasil: Dari total 12 jurnal yang telah di-review, 10 di antaranya (sekitar 83%) menunjukkan bahwa konsumsi asam folat memiliki hubungan terhadap kejadian PE. Asam folat berperan penting dalam perkembangan plasenta yang sehat, dan suplementasi sejak sebelum konsepsi hingga trimester kedua menjadi salah satu upaya pencegahan PE. Kesimpulan: Pentingnya asupan asam folat yang adekuat selama kehamilan sebagai upaya pencegahan PE, serta perlunya pengembangan strategi intervensi nutrisi untuk menurunkan angka kejadian PE.