Abstract
Latar Belakang: Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen oportunistik yang dapat berkolonisasi pada kulit dan mukosa tanpa menimbulkan gejala, terutama pada petugas medis yang berisiko menjadi karier asimptomatik dan berperan dalam infeksi nosokomial. Tujuan: mengetahui prevalensi kolonisasi S. aureus, pola resistensi antibiotiknya, serta hubungan frekuensi mencuci tangan dan kebiasaan menggosok hidung dengan kejadian kolonisasi S. aureus pada petugas medis. Metode: Penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional dilakukan pada petugas medis ICU dan Bedah Sentral RS Kristen Mojowarno menggunakan kuesioner dan swab dari nasal, orofaring, dan axilla. Analisis univariat dan uji Fisher’s Exact Test digunakan dalam pengolahan data. Hasil: Dari 25 subjek, 4 petugas medis (16%) terkolonisasi S. aureus, dengan lokasi terbanyak pada nasal (12%). Uji sensitivitas menunjukkan resistensi tertinggi terhadap Penicillin (60%), sedangkan seluruh isolat sensitif terhadap eritromisin dan cefoxitin. Tidak ditemukan hubungan bermakna antara frekuensi mencuci tangan maupun menggosok hidung dengan kolonisasi S. aureus (p = 1,000). Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara perilaku higiene tangan dan kebiasaan menggosok hidung dengan kolonisasi S. aureus pada petugas medis.