Abstract
Stres oksidatif terjadi ketika proses oksidasi melampaui kapasitas antioksidan tubuh akibat terganggunya keseimbangan antara keduanya, ditandai dengan peningkatan kadar malondialdehid (MDA) darah. Tanaman Galing diketahui mengandung flavonoid dengan aktivitas antioksidan. Penelitian ini dirancang untuk mengevaluasi potensi ekstrak tanaman Galing dalam mencegah peningkatan kadar MDA darah serta menentukan dosis yang paling efektif pada tikus wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi parasetamol dosis tinggi. Penelitian menggunakan desain post-test only control group dengan pembagian empat kelompok, termasuk kontrol negatif (pakan standar) dan kontrol positif (parasetamol 1.750 mg/kgBB yang diberikan pada hari ke-9), perlakuan 1 (ekstrak Galing 250 mg/kgBB selama 9 hari + parasetamol 1.750 mg/kgBB hari ke-9), dan perlakuan 2 (ekstrak Galing 500 mg/kgBB selama 9 hari + parasetamol 1.750 mg/kgBB hari ke-9). Pengukuran kadar MDA dalam darah dilakukan dengan metode Thiobarbituric Acid Reactive Substances (TBARS). Analisis data dilakukan dengan uji one-way ANOVA. Kelompok kontrol positif menunjukkan peningkatan kadar MDA sebesar 121,75 nmol/L. Perlakuan 1 (250 mg/kgBB) menunjukkan rerata 92,57 nmol/L, sedangkan perlakuan 2 (500 mg/kgBB) menunjukkan rerata 82,29 nmol/L. Uji ANOVA menghasilkan nilai signifikansi p > 0,05, sehingga perbedaan tidak signifikan secara statistik. Berdasarkan hasil tersebut, tanaman Galing tidak berpengaruh dalam mencegah peningkatan kadar malondialdehid (MDA) darah pada tikus wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi parasetamol dosis tinggi. Pemberian dosis tanaman Galing 250 mg/kgBB dan 500mg/kgBB belum memiliki efek preventif secara bermakna secara statistik dalam mencegah peningkatan malondialdehid (MDA) darah.