Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan gaya kepemimpinan transformasional Kepala Puskesmas Eilogo dalam pelayanan pelaksanaan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Kabupaten Sabu Raijua. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan empat dimensi kepemimpinan transformasional menurut Bass (1990)—pengaruh ideal, motivasi inspiratif, stimulasi intelektual, dan perhatian individual—belum berjalan optimal. Keterbatasan keterlibatan langsung, lemahnya komunikasi visi, minimnya inovasi, dan kurangnya perhatian terhadap tenaga kesehatan menjadi faktor penghambat utama. Dari perspektif humanitas dan keadilan sosial, lemahnya kepemimpinan berdampak pada berkurangnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang setara. Penelitian ini menegaskan pentingnya kepemimpinan yang humanis, empatik, dan berorientasi pada keadilan sosial dalam mewujudkan pelayanan kesehatan primer yang efektif dan inklusif.