Abstract
Perubahan lanskap keamanan global telah menggeser fokus ancaman dari ancaman militer konvensional menuju ancaman keamanan non-tradisional yang bersifat multidimensional, asimetris, lintas batas, dan melibatkan aktor negara maupun non-negara. Kondisi ini menuntut transformasi strategi pertahanan negara yang tidak lagi hanya mengandalkan kekuatan militer, tetapi juga mengintegrasikan aspek diplomasi, teknologi, kesehatan, ekonomi, serta kolaborasi lintas sektor. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi kepemimpinan strategis dalam strategi pertahanan negara Indonesia di era ancaman keamanan non-tradisional melalui metode literature review. Analisis dilakukan menggunakan thematic analysis berdasarkan pendekatan Braun dan Clarke yang meliputi open coding, axial coding, dan selective coding terhadap berbagai literatur ilmiah bereputasi. Hasil kajian mengidentifikasi empat tema utama, yaitu: (1) transformasi kepemimpinan strategis yang mengintegrasikan pendekatan transformational leadership, adaptive leadership, complexity leadership, dan digital leadership; (2) karakteristik ancaman keamanan non-tradisional yang semakin kompleks, dinamis, dan sistemik; (3) transformasi strategi pertahanan Indonesia yang berlandaskan Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) melalui pendekatan whole of government dan whole of nation; serta (4) integrasi kepemimpinan strategis dengan strategi pertahanan sebagai faktor utama dalam meningkatkan efektivitas kebijakan, koordinasi lintas sektor, dan ketahanan nasional. Kajian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan strategi pertahanan Indonesia di era ancaman non-tradisional sangat bergantung pada kepemimpinan strategis yang adaptif, kolaboratif, inovatif, dan mampu memanfaatkan transformasi digital untuk memperkuat resiliensi nasional. Oleh karena itu, penguatan kapasitas kepemimpinan, reformasi kelembagaan, integrasi teknologi, serta sinergi antar pemangku kepentingan menjadi prasyarat penting dalam mewujudkan sistem pertahanan negara yang tangguh dan responsif terhadap dinamika keamanan global.