Abstract
Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh digital leadership dan organizational learning terhadap kinerja karyawan, baik secara langsung maupun melalui employee agility sebagai variabel mediasi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan penurunan capaian target produksi pada sebuah perusahaan manufaktur tekstil, dari sembilan puluh persen pada tahun 2021 menjadi delapan puluh persen pada tahun 2025, disertai indikasi masih terbatasnya adaptasi digital dan praktik pembelajaran organisasi. Penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang belum konsisten mengenai hubungan langsung digital leadership, organizational learning, dan kinerja karyawan, sehingga masih terdapat celah dalam memahami mekanisme yang menghubungkan ketiga variabel tersebut. Penelitian kuantitatif eksplanatif ini menggunakan sampel jenuh sebanyak seratus lima puluh karyawan dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling dengan bantuan SmartPLS 4.0. Model pengukuran memenuhi kriteria validitas konvergen, validitas diskriminan, dan reliabilitas, sedangkan model struktural menunjukkan koefisien determinasi yang kuat untuk kinerja karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital leadership dan organizational learning berpengaruh positif dan signifikan terhadap employee agility maupun kinerja karyawan, employee agility berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, serta employee agility memediasi secara parsial pengaruh kedua variabel eksogen tersebut terhadap kinerja karyawan. Temuan ini menempatkan employee agility sebagai mekanisme perilaku yang menerjemahkan kapabilitas kepemimpinan dan pembelajaran menjadi capaian kinerja, serta memberikan implikasi praktis bagi strategi sumber daya manusia pada organisasi manufaktur.