Abstract
Stunting pada balita merupakan masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan, pelayanan kesehatan, dan kondisi biologis anak, terutama penyakit infeksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sanitasi lingkungan dan akses layanan kesehatan terhadap riwayat penyakit infeksi serta implikasinya pada stunting balita di wilayah kerja Puskesmas Cicangkanggirang, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif-verifikatif dan desain explanatory research. Populasi penelitian berjumlah 3.317 balita usia 0–59 bulan, dengan sampel 97 responden yang ditentukan menggunakan probability sampling secara acak. Data diperoleh melalui kuesioner, observasi, pengukuran tinggi badan, dan data sekunder, kemudian dianalisis menggunakan analisis jalur dengan SPSS 31 dan SEM-AMOS. Hasil menunjukkan bahwa sanitasi lingkungan berpengaruh signifikan terhadap riwayat penyakit infeksi (β=0,146; t=2,051), demikian pula akses layanan kesehatan (β=0,360; t=4,051). Secara simultan, kedua variabel menjelaskan 16,8% variasi riwayat penyakit infeksi (F=9,497; p<0,001). Riwayat penyakit infeksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap stunting (β=0,597; t=7,253; p<0,001). Sanitasi lingkungan tidak berpengaruh langsung terhadap stunting (β=-0,022; p=0,129), tetapi berpengaruh tidak langsung melalui riwayat penyakit infeksi. Sebaliknya, akses layanan kesehatan berpengaruh langsung terhadap stunting (β=0,165; p=0,001), tetapi efek tidak langsung melalui riwayat penyakit infeksi tidak signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa pencegahan stunting memerlukan strategi terpadu yang menggabungkan perbaikan sanitasi, pencegahan infeksi, dan penguatan keterjangkauan serta mutu layanan kesehatan ibu dan anak.