Abstract
ABSTRACT
The need for IPAS teaching materials that are closely connected to environmental issues has encouraged the development of a Student Worksheet (LKPD) that goes beyond presenting learning content by guiding students to observe, examine, and respond to waste management problems. This study aimed to develop a STEM-based IPAS Student Worksheet that meets the aspects of feasibility and practicality and to examine the improvement in environmental-care values among fourth-grade students at SDN Kertamukti 03 after the product was implemented. The development employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which comprised analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. A total of 40 fourth-grade students were involved through total sampling. Data were collected through expert validation, teacher and student responses, and measurements conducted before and after learning. Feasibility and practicality data were analyzed using percentages, while the improvement in environmental-care values was calculated using N-Gain. The assessment results yielded an LKPD validity score of 96.25%, a teacher response of 95.31%, and a student response of 90.36%, all of which were categorized as very good. The change in environmental-care values resulted in an N-Gain of 0.75, categorized as high. These findings indicate that the developed LKPD meets the feasibility and practicality criteria and contributes to improving environmental-care values, making it a potential alternative IPAS teaching material for connecting learning with environmental issues.
ABSTRAK
Kebutuhan akan bahan ajar IPAS yang dekat dengan persoalan lingkungan mendorong pengembangan LKPD yang tidak berhenti pada penyajian materi, tetapi mengarahkan siswa untuk mengamati, menelaah, dan merespons masalah pengelolaan sampah. Penelitian ini bertujuan menghasilkan LKPD IPAS berbasis STEM yang memenuhi aspek kelayakan dan kepraktisan serta mengetahui peningkatan nilai peduli lingkungan siswa kelas IV SDN Kertamukti 03 setelah produk digunakan. Pengembangan dilakukan melalui metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Sebanyak 40 siswa kelas IV dilibatkan melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui validasi ahli, respons guru dan siswa, serta pengukuran sebelum dan sesudah pembelajaran. Analisis data kelayakan dan kepraktisan menggunakan persentase, sedangkan peningkatan nilai peduli lingkungan dihitung dengan N-Gain. Hasil penilaian memperoleh validitas LKPD sebesar 96,25%, respons guru 95,31%, dan respons siswa 90,36%, yang seluruhnya berada pada kategori sangat baik. Perubahan nilai peduli lingkungan menghasilkan N-Gain 0,75 dengan kategori tinggi. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa LKPD yang dikembangkan telah memenuhi kelayakan dan kepraktisan serta memberikan peningkatan pada nilai peduli lingkungan, sehingga dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar IPAS yang menghubungkan pembelajaran dengan persoalan lingkungan.