Abstract
Curriculum transformation and digitalization require early childhood education (ECE) institutions to develop adaptive managerial capacities in managing resources, technology, and program development. This study aims to analyze the dynamics of technopreneur-based ECE management in responding to national curriculum transformation in ECE institutions in Purwodadi District, Grobogan Regency. A qualitative approach with a case study design was employed in four ECE institutions. The participants consisted of 16 purposively selected principals, teachers, and school operators. Data were collected through semi-structured interviews, observation, and documentation, and were analyzed thematically with the assistance of NVivo 14. The findings indicate that all participating ECE institutions utilize technology for administrative and learning activities, but still face limitations in budgetary flexibility, infrastructure, and the readiness of some educators. The institutions respond by utilizing available resources, providing peer support, applying technology selectively and purposefully, and developing edupreneurship activities such as Market Day and small-scale program trials. The findings suggest that technopreneur-based management provides an adaptive approach for integrating technology, creativity, and contextual decision-making in ECE institutions.
ABSTRAK
Transformasi kurikulum dan digitalisasi menuntut satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki kemampuan manajerial yang adaptif dalam mengelola sumber daya, teknologi, dan pengembangan program. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika manajemen PAUD berbasis technopreneur dalam menghadapi transformasi kurikulum nasional pada satuan PAUD di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada empat satuan PAUD. Informan penelitian berjumlah 16 orang yang terdiri atas kepala sekolah, guru, dan operator sekolah yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dengan bantuan NVivo 14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh satuan PAUD telah memanfaatkan teknologi dalam administrasi dan pembelajaran, tetapi masih menghadapi keterbatasan fleksibilitas pembiayaan, infrastruktur, dan kesiapan sebagian pendidik. Sekolah merespons kondisi tersebut melalui pemanfaatan perangkat yang tersedia, pendampingan antarguru, penggunaan teknologi secara terbatas dan terarah, serta pengembangan kegiatan edupreneurship seperti Market Day dan uji coba program dalam skala terbatas. Temuan menunjukkan bahwa manajemen berbasis technopreneur berperan sebagai pendekatan adaptif dalam mengintegrasikan teknologi, kreativitas, dan pengambilan keputusan sesuai konteks lembaga.