Abstract
ABSTRACT
Oral and dental hygiene among preschool children remains an issue that requires attention. An initial survey at Nurul Islam Kindergarten in Surabaya found a mean debris index of 2.4, which was classified as poor. This condition provided the basis for a study aimed at analyzing the relationship between parental roles and debris index among preschool children at Nurul Islam Kindergarten in Surabaya. The study employed an analytical design with a cross-sectional approach and involved 29 child-parent pairs selected through total sampling. Parental roles were assessed using a questionnaire, while the children's debris index was determined through direct examination of their teeth and oral cavity. Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test with a significance level of α = 0.05. Most parents demonstrated a very good level of parental role, comprising 17 respondents (58.6%), while the children's debris index was predominantly classified as moderate, involving 22 children (75.9%). The analysis yielded p = 0.857 and r = −0.035, indicating no significant relationship between parental roles and debris index. These findings indicate that variations in the measured parental role were not significantly associated with children's oral hygiene status. Dental health maintenance should therefore continue to emphasize the development of consistent oral hygiene habits in children's daily lives.
ABSTRAK
Kebersihan gigi dan mulut pada anak prasekolah masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian. Survei awal di TK Nurul Islam Surabaya menemukan rata-rata debris index sebesar 2,4 yang termasuk kategori buruk. Kondisi tersebut menjadi dasar penelitian yang bertujuan menganalisis hubungan peran orang tua dengan debris index pada anak prasekolah di TK Nurul Islam Surabaya. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 29 pasangan anak dan orang tua melalui teknik total sampling. Peran orang tua diukur menggunakan kuesioner, sedangkan kondisi debris index diperoleh melalui pemeriksaan langsung pada gigi dan mulut anak. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Sebagian besar orang tua berada pada kategori peran sangat baik, yaitu 17 responden (58,6%), sementara debris index anak paling banyak termasuk kategori sedang, yaitu 22 anak (75,9%). Hasil analisis memperoleh p = 0,857 dan r = −0,035, sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara peran orang tua dan debris index. Hasil ini menunjukkan bahwa variasi peran orang tua yang terukur belum berkaitan secara signifikan dengan kondisi kebersihan gigi anak. Pemeliharaan kesehatan gigi perlu tetap diarahkan pada pembentukan kebiasaan kebersihan gigi yang konsisten dalam keseharian anak.