Abstract
Pembelajaran matematika di sekolah dasar masih menghadapi keterbatasan media konkret, sementara limbah botol plastik di lingkungan sekolah terus bertambah dan belum dimanfaatkan secara edukatif. Kondisi tersebut menjadi urgensi pelaksanaan kegiatan pengabdian ini. Kegiatan bertujuan mengembangkan sekaligus mendampingi pemanfaatan limbah botol plastik menjadi Alat Peraga Edukatif (APE) matematika berbasis recycle pada materi bilangan dan operasi hitung. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, lembar validasi ahli materi dan ahli media, angket respons guru dan peserta didik, serta tes hasil belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan rumus persentase dan N-Gain. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat kelayakan produk sebesar 92% dari ahli materi dan 94% dari ahli media dengan rata-rata 93% berkategori sangat layak. Respons guru sebesar 94% dan respons peserta didik sebesar 90,2% dengan rata-rata 92,1% berkategori sangat praktis. Rata-rata hasil belajar meningkat dari 58,80 menjadi 81,60 dengan N-Gain 0,554 berkategori sedang. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa limbah botol plastik layak dikembangkan menjadi APE matematika yang praktis, ekonomis, dan ramah lingkungan. Kegiatan lanjutan direkomendasikan berupa perluasan cakupan materi, pendampingan berkelanjutan bagi guru, serta pengintegrasian pengelolaan sampah sekolah ke dalam program pembelajaran.