Abstract
Pembelajaran muatan lokal Bahasa Kutai pada Program Kesetaraan Paket A di SPNF SKB Kota Samarinda masih menggunakan metode ceramah dan hafalan kosakata, sehingga keterlibatan warga belajar rendah dan belum didukung media interkatif, padahal pengenalan Bahasa Kutai penting untuk pelestarian bahasa dan budaya lokal Kalimantan Timur. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi pembelajaran muatan lokal Bahasa Kutai melalui boardgame "Mengenal Bahasa Kutai" pada 10 warga belajar Paket A bersama 1 tutor mapel muatan lokal yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. kegiatan dilaksanakan pada 29 Juli 2026 dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui tiga tahap: persiapan (identifikasi kebutuhan, perancangan boardgame, sosialisasi tutor), pelaksanaan (pengenalan media dan pendampingan bermain individu), serta evaluasi (papan refleksi, bintang poin, pretest-posttest). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pemahaman kosakata dari 45% (pretest) menjadi 84% (posttest), atau meningkat 39%, dengan seluruh warga belajar mengalami peningkatan tanpa satu pun penurunan, disertai keterlibatan dan antusiasme yang lebih aktif dibanding pembelajaran konvensional. Dengan demikian, boardgame ini efektif meningkatkan pemahaman kosakata, keterlibatan, dan motivasi belajar, sekaligus berkontribusi pada pelestarian bahasa dan budaya lokal di Kalimantan Timur. Pengabdian selanjutnya disarankan mengembangkan mode kelompok dan memperluas materi budaya Kutai lebih lengkap agar pembelajaran muatan lokal semakin variatif dan berkelanjutan.