Abstract
Keberadaan nyamuk menjadi permasalahan serius di Indonesia, terutama dalam tingkat kasus penyakit Demam Berdarah (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. Saat ini pencegahan terhadap nyamuk dapat dilakukan dengan penggunaan lilin aromaterapi anti-nyamuk yang dihasilkan dari minyak atsiri. Kenanga (Cananga odorata) merupakan salah satu tanaman yang menghasilkan minyak atsiri yang dipercaya dapat menghalau nyamuk karena kandungan di dalamnya seperti linalool, geraniol, dan eugenol. Penelitian ini akan membahas bagaimana formulasi lilin aromaterapi yang dihasilkan dari minyak atsiri kenanga yang efektif dalam mengusir nyamuk. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimental. Pengujian yang dilakukan meliputi uji kromatografi lapis tipis (KLT), uji titik leleh, uji waktu bakar, dan uji daya tolak pada tiga formulasi. Hasil yang didapatkan adalah terdapat senyawa geraniol yang dihasilkan ditandai dari adanya warna bercak dan nilai Rf yang sama dengan sampel yaitu 0,25. Titik leleh tertinggi yaitu 50°C-58°C pada formula II (20%), kontrol waktu bakar terlama yaitu pada 270 menit oleh formula II (20%). Sedangkan untuk daya tolak tertinggi yaitu pada formula III (40%) dengan daya tolak 100% dan dinilai efektif dalam mengusir nyamuk.
Open public full textRights: ALLOWED · cc-by · Source: journal-auto-sync:CROSSREF_ISSN