Abstract
Daun jelatang merupakan semak asli Eropa utara dan Asia. Daun jelatang memuat karoten, vitamin C, senyawa polisakarida, dan flavonoid, quercetin, beta-sitosterol dan kaempferol. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pembuatan krim anti-aging dengan pemanfaatan ekstrak etanol daun jelatang dan mengetahui konsentrasi terbaik dari krim ekstrak etanol daun jelatang yang memiliki pengaruh anti-aging. Jenis penelitian yang dilakukan adalah percobaan kuantitatif dengan desain true experimental dan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sampel yang digunakan pada penelitian kali ini adalah tanaman daun jelatang (Urtica dioica L.) dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan krim enstrak etanol daun jelatang (Urtica dioica L.) dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15% menghasilkan sediaan krim yang memiliki warna, aroma, rasa serta tekstur yang baik dan memenuhi standart SNI. pH sediaan krim berkisar 5-6, dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Hasil uji one- way anova pada kadar air (Moisturizer), pori (Pore), noda (Spot) dan keriput (Wrinkle) menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan antar formula. Kesimpulan dari penelitian ini Ekstrak etanol daun jelatang (Urtica dioica L.) dapat diformulasikan sebagai sediaan krim yang homogen dengan pH 5 , daya sebar 5 cm , daya lekat 8,62 detik, yang memenuhi standart SNI dan tidak menimbulkan iritasi pada kulit dan setabil pada penyimpanan selama 14 hari serta mampu memberikan efek anti-aging terhadap sukarelawan.
Open public full textRights: ALLOWED · cc-by · Source: journal-auto-sync:CROSSREF_ISSN