Abstract
Biaya pakan merupakan komponen terbesar dalam usaha peternakan ayam pedaging, yaitu mencapai 60–70% dari total biaya produksi. Ketergantungan terhadap bahan pakan konvensional yang sebagian masih berasal dari luar daerah maupun impor mendorong perlunya pemanfaatan bahan pakan lokal sebagai alternatif yang lebih ekonomis dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menyusun formulasi pakan ayam pedaging berbasis potensi bahan pakan lokal Kabupaten Sikka menggunakan pendekatan nutrisi presisi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Program Studi Peternakan Universitas Nusa Nipa selama satu bulan menggunakan metode eksperimental dengan pendekatan deskriptif-kuantitatif. Tahapan penelitian meliputi identifikasi bahan pakan lokal, analisis kandungan nutrisi berdasarkan studi literatur, penyusunan formulasi ransum sesuai kebutuhan nutrisi ayam pedaging, dan optimasi komposisi menggunakan Microsoft Excel Solver. Bahan yang diidentifikasi meliputi jagung lokal, dedak padi, dedak jagung, tepung ikan, ampas tahu, ampas kelapa, daun kelor, bunga gamal, biji lamtoro, kulit sorgum, bungkil kacang mete, kakao, tepung biji asam, dan tapioka. Hasil formulasi menunjukkan bahwa bahan-bahan tersebut memiliki potensi untuk dikombinasikan sebagai penyusun ransum ayam pedaging, yakni diperoleh ransum dengan kandungan protein kasar sekitar 15,63%, lemak kasar 9,19%, serat kasar 9,42%, dan energi metabolis sekitar 3.022,88 kkal/kg. Pendekatan Nutrisi Presisi (Precision Nutrition) memberikan kerangka untuk menyesuaikan komposisi bahan dengan kebutuhan nutrien ayam serta mempertimbangkan batas penggunaan bahan dan potensi antinutrisi. Formulasi yang diperoleh masih memerlukan verifikasi melalui analisis laboratorium dan uji biologis sebelum diterapkan pada ayam pedaging secara komersial.