Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan metode ceramah dan metode diskusi dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 11 Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap satu guru sejarah dan dua belas siswa kelas XI yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran disusun berdasarkan Capaian Pembelajaran, karakteristik materi, media pembelajaran, dan kondisi peserta didik. Pelaksanaan pembelajaran memadukan metode ceramah untuk membangun pemahaman dasar dan metode diskusi untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta partisipasi peserta didik. Persepsi peserta didik terhadap kedua metode bervariasi sesuai karakteristik belajar masing-masing. Keberhasilan pembelajaran didukung oleh kesiapan guru, penggunaan media yang beragam, serta fasilitas sekolah, sedangkan hambatan meliputi penurunan konsentrasi saat ceramah, keterbatasan waktu diskusi, dan belum meratanya partisipasi peserta didik. Penerapan kedua metode secara terpadu menjadikan pembelajaran sejarah lebih efektif, interaktif, dan bermakna.