Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru mata pelajaran IPS dalam merancang pembelajaran berdiferensiasi bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), mendeskripsikan pelaksanaan strategi pembelajaran berdiferensiasi, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan kendala implementasinya di SMP Swasta Yaspenhan 2 Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik. Informan penelitian terdiri atas tiga guru mata pelajaran, kepala sekolah, dan peserta didik berkebutuhan khusus yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi melalui penyesuaian proses pembelajaran, penggunaan media visual, pengelompokan belajar, dan pendampingan individual. Namun, implementasi tersebut masih berfokus pada diferensiasi proses, sedangkan diferensiasi konten, produk, dan asesmen belum dilaksanakan secara sistematis. Kendala utama meliputi keterbatasan kompetensi guru, belum tersedianya guru pendamping khusus, minimnya pelaksanaan asesmen diagnostik, serta terbatasnya dukungan kelembagaan. Faktor pendukung implementasi berasal dari komitmen, empati, dan kreativitas guru serta terciptanya lingkungan belajar yang inklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kompetensi guru, penyediaan dukungan sistemik, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan diperlukan untuk mengoptimalkan pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi di sekolah inklusif.