Abstract
Memulai olahraga dan berolahraga secara konsisten dalam jangka panjang merupakan dua proses perilaku yang berbeda. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana individu berkembang dari tahap awal berolahraga hingga mampu mempertahankan partisipasi secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Grounded Theory dan melibatkan 30 individu yang telah berolahraga secara konsisten selama lebih dari tiga tahun dalam berbagai jenis aktivitas. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara komparatif untuk mengidentifikasi kategori serta hubungan antarkategori. Hasil penelitian menghasilkan delapan kategori proses yang saling berhubungan, yaitu Pemicu, Pengalaman Penguat, Kompetensi dan Manfaat, Self-Regulation, Rutinitas/Habit, Internalisasi, Exercise Identity, dan Adaptive Maintenance. Kedelapan kategori tersebut membentuk tiga transformasi utama, yaitu transformasi motivasional, regulatif, serta identitas dan pemeliharaan. Temuan utama dirumuskan melalui konsep adaptive continuity, yang menunjukkan bahwa konsistensi jangka panjang bukan berarti tidak pernah melewatkan latihan, tetapi kemampuan menyesuaikan waktu, durasi, intensitas, jenis aktivitas, target, dan strategi ketika menghadapi perubahan kondisi, kemudian kembali mempertahankan keterlibatan. Secara konseptual, Kesimpulan: motivasi mendorong seseorang memulai, self-regulation membantu bertahan, habit mempermudah keberlanjutan, exercise identity menjadikan olahraga bagian dari diri, sedangkan adaptive maintenance menjaga konsistensi ketika kehidupan berubah. Temuan ini menegaskan bahwa konsistensi olahraga merupakan proses dinamis, bertahap, dan adaptif
Kata Kunci: konsistensi olahraga; Grounded Theory; self-regulation; exercise identity; adaptive maintenance