Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswa yang mengikuti ekstrakurikuler pencak silat di SMP Muhammadiyah 4 Gadung Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif untukmenggambarkan kondisi kebugaran jasmani siswa berdasarkan hasil tes pengukuran. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa yang ditentukan menggunakan sampling jenuh. Instrumen yang digunakan adalah Tes Kebugaran Siswa Indonesia (TKSI) Fase D yang meliputi Hand and Eye Coordination, Sit Up, Standing Broad Jump, T test, dan Beep Test. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung skor minimum, maksimum, rata-rata, varians, simpangan baku, serta distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan tingkat pencapaian pada setiap komponen kebugaran jasmani. Beep Test menunjukan hasil yang lebih baik, sedangkan Hand and Eye Coordination dan Sit Up masih didominasi oleh kategori kurang. Secarah keseluruhan, hasil menunjukan bahwa tingkat kebugaran jasmani siswa perlu diperhatikan secara lebih menyeluruh, terutama pada komponen yang masih rendah. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan program Latihan ekstrakurikuler pencak silat sesuai dengan kondisi siswa.