Abstract
PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa kalibrasi alat ukur. Dalam kegiatan operasionalnya, perusahaan mengalami keterlambatan penyelesaian pesanan (lag order) yang diduga disebabkan oleh tingginya beban kerja pada divisi teknis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja divisi teknis serta menentukan kebutuhan tenaga kerja yang optimal menggunakan metode Work Load Analysis (WLA). Data penelitian diperoleh melalui observasi, work sampling, wawancara, dan data sekunder perusahaan. Tahapan analisis meliputi uji kecukupan data, performance rating, allowance, dan perhitungan beban kerja. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidakseimbangan beban kerja pada divisi teknis, di mana beberapa bagian mengalami overload sehingga menyebabkan antrean pekerjaan dan keterlambatan order. Beban kerja teknisi onsite tercatat sebesar 110,79%, teknisi in-lab 101,47%, dan staf teknis 106,38%. Berdasarkan hasil perhitungan metode WLA, perusahaan memerlukan penambahan 2 orang teknisi agar distribusi pekerjaan lebih seimbang. Dengan perbaikan tersebut, perusahaan diharapkan mampu menurunkan lag order, meningkatkan produktivitas, dan meningkatkan kualitas pelayanan.