Abstract
Kajian ini berpijak dari rendahnya pemahaman konsep nilai-nilai Pancasila pada peserta didik kelas VB SD Negeri Genuksari 02 Semarang, yang dipicu oleh pola pembelajaran konvensional yang masih berpusat pada guru. Tujuannya adalah memaparkan penerapan model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) sekaligus menakar sejauh mana model ini mendongkrak pemahaman konsep nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Riset ini berbentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mengikuti model Kemmis dan McTaggart, dijalankan dalam dua siklus yang masing-masing mencakup perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Sebanyak 28 peserta didik (16 laki-laki, 12 perempuan) dilibatkan sebagai subjek melalui teknik total sampling. Data dihimpun lewat tes, observasi, dan dokumentasi, kemudian ditelaah secara terpadu dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasilnya memperlihatkan kenaikan berarti pada pemahaman konsep (translasi, interpretasi, ekstrapolasi), dengan rerata kelas naik dari 67,50 (pra-siklus) menjadi 86,10 (Siklus I) dan 88,20 (Siklus II). Ketuntasan belajar klasikal turut melonjak, dari 21,43% menjadi 85,71% pada Siklus I dan 89,29% pada Siklus II. Di samping itu, aktivitas belajar peserta didik dan keterlaksanaan pembelajaran guru pada Siklus II masing-masing mencapai 88,00% dan 92,50%, keduanya berkategori sangat baik. Simpulannya, penerapan model VCT efektif mendongkrak pemahaman konsep nilai-nilai Pancasila pada peserta didik.