Abstract
Penggunaan TikTok yang semakin intensif menjadi salah satu fenomena yang perlu diperhatikan karena smartphone menjadi sarana utama dalam mengakses berbagai aktivitas digital, termasuk media sosial. Intensitas penggunaan yang tinggi dapat berkaitan dengan munculnya rasa tidak nyaman ketika individu tidak dapat mengakses smartphone atau yang dikenal sebagai nomophobia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan media sosial TikTok dengan kecenderungan nomophobia pada pengguna TikTok di Kota Jambi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Dari populasi pengguna TikTok yang berdomisili di Kota Jambi, diperoleh 114 responden melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Skala Intensitas Penggunaan Media Sosial TikTok dan Nomophobia Questionnaire (NMPQ-10) dengan skala Likert empat pilihan jawaban, kemudian dianalisis menggunakan korelasi Spearman’s rho dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara intensitas penggunaan media sosial TikTok dengan kecenderungan nomophobia dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,315 dan signifikansi 0,001 (p < 0,05). Hubungan yang ditemukan berada pada kategori lemah, sehingga kecenderungan nomophobia tidak hanya berkaitan dengan intensitas penggunaan TikTok, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain. Penelitian ini memberikan gambaran yang lebih spesifik mengenai hubungan penggunaan TikTok dengan nomophobia pada pengguna di Kota Jambi serta dapat menjadi dasar bagi pengguna untuk lebih memperhatikan dan mengelola intensitas penggunaan TikTok dalam kehidupan sehari-hari.