Abstract
Perilaku bullying masih menjadi permasalahan yang dapat terjadi di berbagai lingkungan pendidikan, termasuk pondok pesantren yang memiliki karakteristik kehidupan komunal dan berasrama. Interaksi antarsantri yang berlangsung secara intensif berpotensi memunculkan konflik sosial, senioritas, perundungan verbal, maupun bentuk perundungan lainnya yang dapat memengaruhi rasa aman psikologis dan kenyamanan belajar santri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengasuh Pesantren Al Anwariyah Pati dalam mencegah dan menangani bullying serta menganalisis implikasinya terhadap kenyamanan belajar dan rasa aman psikologis santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Partisipan penelitian berjumlah 10 informan yang terdiri atas 1 pengasuh, 3 ustadz, 3 pengurus pesantren yang meliputi 1 ketua dan 2 bagian keamanan, serta 3 santri yang terdiri atas santri lama dan santri baru dengan pengalaman yang berkaitan dengan bullying, baik sebagai korban maupun pelaku. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung terhadap interaksi harian santri, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahap kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan bullying dilakukan melalui beberapa strategi utama, yaitu internalisasi nilai-nilai keislaman, keteladanan dan komunikasi persuasif, sistem pengawasan berjenjang, serta penanganan edukatif melalui dialog, pembinaan, konseling, dan sanksi edukatif. Strategi tersebut juga didukung oleh pengaturan komposisi kamar santri berdasarkan usia dan jenjang pendidikan sebagai langkah preventif untuk mengurangi potensi konflik dan senioritas. Secara keseluruhan, penerapan strategi tersebut berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan pesantren yang lebih aman dan suportif, sehingga mendukung kenyamanan belajar dan rasa aman psikologis santri. Temuan ini menegaskan bahwa pencegahan bullying perlu diintegrasikan ke dalam sistem pengasuhan, pengawasan, dan pembinaan santri sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan pendidikan pesantren yang aman dan kondusif.
Kata kunci: bullying, pesantren, strategi pencegahan, pengasuhan, rasa aman.