Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak budaya hijau dan inovasi hijau terhadap kinerja keuangan hotel di Kabupaten Gianyar. Urgensi penelitian ini muncul dari munculnya isu-isu lingkungan yang merusak citra Bali sebagai destinasi wisata, salah satunya adalah pesatnya perluasan akomodasi hotel yang berpotensi berdampak negatif terhadap lingkungan. Praktik ramah lingkungan merupakan strategi kunci dalam operasional hotel, yang dapat berdampak pada kinerja keuangan hotel dalam jangka panjang. Namun, terdapat kesenjangan dalam penelitian mengenai subjek studi, yang cenderung berfokus pada perusahaan besar, seperti perusahaan manufaktur atau perusahaan yang terdaftar di bursa saham.
Bursa Efek Indonesia. Data yang terdiri dari 52 tanggapan dari manajer hotel di Kabupaten Gianyar dikumpulkan melalui kuesioner yang didistribusikan melalui Google Forms dan dianalisis menggunakan Smart PLS versi 4. Hasil menunjukkan bahwa budaya hijau memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja keuangan hotel. Budaya hijau memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap inovasi hijau. Demikian pula, inovasi hijau memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Inovasi hijau sebagian memediasi pengaruh budaya hijau terhadap kinerja keuangan. Implikasi dari penelitian ini menyoroti pentingnya internalisasi "budaya hijau" dalam industri perhotelan, dengan tujuan untuk mendorong perilaku ramah lingkungan. Perilaku ini mendorong pengembangan inovasi lingkungan, memungkinkan hotel untuk mengelola sumber daya mereka dengan lebih baik, mengurangi biaya lingkungan, dan meningkatkan keuntungan melalui praktik ramah lingkungan.