Abstract
Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Katolik Soegijapranata telah menjalin kerja sama berkelanjutan dengan University of St. La Salle (USLS) Bacolod, Filipina, dalam memfasilitasi program magang mengajar internasional bagi mahasiswa. Inisiatif ini telah menjadi agenda rutin program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang bertujuan untuk memperkuat kolaborasi akademik internasional sekaligus memperluas wawasan pembelajaran lintas budaya bagi siswa. SMA PL Don Bosko Semarang dipilih sebagai mitra strategis karena konsistensi dukungannya terhadap keberhasilan program magang internasional tersebut. Keterbatasan penggunaan bahasa Inggris untuk mata Pelajaran Biologi dan Fisika dan rendahnya kepercayaan diri siswa untuk mengekspresikan pendapat dalam kelas yang bahasa pengantarnya dalam bahasa Inggris menjadi dorongan untuk menerima mahasiswa Filipina ini untuk magang sekolahnya. Dalam kegiatan ini metode deskriptif kualitatif digunakan dengan pendekatan Game-Based Learning (GBL), dengan melibatkan 3 mahasiswa magang dari USLS dan 4 buddies (pendamping) dari FBS, untuk 80 siswa SMA tersebut. Analisis data dari kuesioner mengungkap respons yang positif. Sebanyak 97,6% siswa menyatakan mahasiswa magang menguasai materi pembelajaran dengan baik, 98,8% menyatakan tujuan pembelajaran disampaikan secara jelas, 96,4% merasa memperoleh kesempatan berpartisipasi aktif dalam kelas, dan 96,4% menyatakan metode pembelajaran yang digunakan mampu meningkatkan antusiasme belajar mereka. Sebanyak 95,2% siswa juga mengapresiasi penggunaan teknologi dan media pembelajaran yang menarik selama kegiatan berlangsung. Hasil wawancara dengan mahasiswa pendamping juga mengungkap bahwa pendekatan Game-Based Learning untuk menciptakan suasana kelas yang lebih interaktif dengan charades dan kuis yang diberikan sehingga kelas menyenangkan, dan berpusat pada siswa dibandingkan pembelajaran konvensional yang lebih berorientasi pada penyampaian materi. Simpulannya, program ini berhasil memperkuat kompetensi global dan pengalaman lintas budaya melalui praktik pembelajaran inovatif yang interaktif dan berpusat pada siswa.
The Faculty of Language and Arts (FLA) at Soegijapranata Catholic University (SCU) has established an ongoing collaboration with the University of St. La Salle (USLS) in Bacolod, Philippines, to facilitate an international teaching internship program for students. This initiative has become a regular part of the Community Service program, which aims to strengthen international academic collaboration while expanding cross-cultural learning insights for students. SMA PL Don Bosko, Semarang was selected as a strategic partner due to its consistent support for the success of this international internship program. The motivation for hosting these Filipino interns was the limited use of English in Biology and Physics classes, as well as students' low confidence in expressing opinions in a classroom where English is the medium of instruction. In this activity, a qualitative descriptive method was used with a Game-Based Learning (GBL) approach, involving three interns from USLS and four buddies (assistants) from FLA-SCU for 80 high school students. Data analysis from questionnaires revealed a highly positive response: 97.6% of students stated that the interns mastered the teaching material well, 98.8% felt that the learning objectives were clearly communicated, 96.4% felt they had opportunities to participate actively in class, and 96.4% stated that the teaching methods used were able to increase their learning enthusiasm. Additionally, 95.2% of students appreciated the use of engaging technology and learning media during the activities. Interviews with the student buddies also revealed that the GBL approach created a more interactive classroom atmosphere through activities such as charades and quizzes, making the class enjoyable and student-centered compared to conventional material-oriented teaching. In conclusion, this program successfully strengthened global competence and cross-cultural experience through innovative, interactive, and student-centered learning practices.