Abstract
MOOCs mengatasi potensi hambatan dalam hal ini keterlibatan pendidikan, dengan menawarkan akses gratis, dan fleksibilitas melalui teknologi informasi dan komunikasi mereka (TIK) berbasis struktur (Bettiol, Psereckis and MacIntyre, 2022).Penelitian ini membahas bahwa partisipasi dalam MOOCs memberikan manfaat yang signifikan bagi pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam penerimaan MOOCs dengan berfokus pada model UTAUTyang telah dimodifikasiPenelitian ini dilakukan menggunakan rancangan cross-sectional, sebuah desain penelitian kuantitatif yang memungkinkan pengumpulan data pada satu titik waktu, yang memungkinkan untuk memberikan gambaran populasi (Zeb et al., 2019). Kuesioner adalah metode penelitian yang digunakan untuk menentukan responden atau sampel penelitian (Lund, 2021). pernyataan 1 yaitu “Jika saya menggunakan MOOCs, saya meningkatkan peluang saya untuk mendapatkan nilai yang lebih baik.” memiliki rata-rata 3.65 dan pernyataan 2 memiliki rata-rata 3.55. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden lebih memilih hasil akademis yang lebih baik daripada menyelesaikan aktivitas belajar dengan cepat saat menggunakan MOOCs (Kumar et al., 2021). Studi ini memusatkan perhatian pada penerimaan Massive Open Online Courses (MOOCs) dengan memodifikasi kerangka kerja Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Hasil menunjukkan bahwa responden cenderung melihat MOOCs sebagai alat efektif dalam pendidikan, dengan lebih memilih pendekatan pembelajaran ditawarkan oleh platform ini daripada fokus pada kemudahan teknis penggunaannya. Selain itu, terlihat kecenderungan positif terhadap penggunaan MOOCs.
Open public full textRights: ALLOWED · cc-by-sa · Source: journal-auto-sync:CROSSREF_ISSN