Abstract
Meskipun kemajuan teknologi informasi memiliki banyak manfaat, mereka juga meningkatkan risiko keamanan siber, terutama bagi siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana hipersekuritisasi dan praktik keamanan siber harian mempengaruhi kepatuhan siswa terhadap kebijakan keamanan digital. Studi kuantitatif deskriptif ini melibatkan 94 siswa dari berbagai jurusan, dan data dikumpulkan melalui survei online yang menggunakan skala Likert lima tingkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipersekuritisasi memiliki nilai rata-rata 4,04, yang menunjukkan bahwa orang sangat waspada terhadap ancaman siber. Nilai rata-rata 4,01 untuk praktik keamanan siber harian menunjukkan perilaku positif seperti penggunaan autentikasi dua faktor dan pembaruan perangkat. Meskipun kebijakan yang lebih fleksibel diperlukan, nilai rata-rata 3,86 menunjukkan penerimaan kebijakan keamanan siber yang cukup tinggi. Studi ini menemukan bahwa untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan siswa tentang keamanan siber, metode berbasis pendidikan dan kebijakan yang lebih inklusif diperlukan
Open public full textRights: ALLOWED · cc-by-sa · Source: journal-auto-sync:CROSSREF_ISSN